Jl. Anggrek I No. 28 Gombong - Kebumen - Jawa Tengah 54411 | Tlp. 0287-471391 - Email: smpmusago@gmail.com

Fitur News & Artikel


Kategori :    

Keteguhan Iman Penting Dalam Menjalani Kehidupan Dunia


Ditulis pada hari Kamis, 29 Oktober 2015 | 12:08 WIB | Oleh : Ndaru MustikoAji


Syeikh A’idh Al-Qarni mengatakan "manakala kita berlepas diri dari agama Islam ini, otomatis kita telah berlepas diri dari kemuliaan, keaslian, kejayaan, dan keagungan kita". Berhati-hatilah saudaraku, janganlah sampai kita memiliki keraguan kepada agama yang mulia ini. Jangan sampai kita tertipu oleh ucapan manis yang dikeluarkan oleh mulut-mulut mereka. Jangan sampai kita terjebak oleh bujuk rayu syetan, yang akan menyeret kita kepada lembah kesesatan.

Mereka yang mengatakan bahwa ajaran al-Qur’an perlu direvisi, mereka mengatakan bahwa homo dan lesbi adalah hak asasi, mereka mengatakan bahwa pelacuran adalah profesi yang mesti dilindungi. Inilah jiwa-jiwa yang rusak imannya. Iblis telah masuk ke dalam hatinya, menguasai pikirannya, dan merusak akalnya. Hatinya selalu diliputi syak (keragu-raguan) tentang agama Allah. Mereka mencibir syariat Allah yang mulia, serta mengagung-agungkan syariat orang lain. Semoga mereka bertaubat, dan Allah senantiasa melindungi kita.

Allah SWT Berfirman, "Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok". (Al Baqarah:14)

Diatas Allah SWT yang maha mengetahui memberikan informasi akurat, hakikat orang munafik yang telah rusak imannya. Mereka mengaku sebagai orang yang beriman hanya untuk mengelabui umat islam. Muhammad Ibnu ishaq mengatakan dari Muhammad ibnu Abu Muhammad dari Ikrimah atau Sa’id Ibnu Jubair dari Ibnu Abbas mengenai Firman-Nya "Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka", yakni yang terdiri dari kalangan orang-orang Yahudi, yaitu mereka menganjurkan untuk berdusta dan menentang apa yang dibawa oleh Rasulullah saw.

Kita harus banyak-banyak berkaca pada diri sendiri. sudah sejauh mana kita memahami agama ini, sudah sejauh mana kita meneladani sifat Rasulullah saw. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang memusuhi syariat-Nya, meskipun mengaku sebagai seorang yang beragama islam. Jangan sampai kita membenci apa yang dibawa oleh Rasul-Nya, padahal kita mengaku sebagai umatnya.

Maka dari itu, perbaikilah iman kita, dengan mendekatkan diri kita kepada sang pencipta, memohon dijauhkan dari keimanan yang rapuh.

"Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya..." (HR Bukhari –Shahih)

Yakinilah, kelak semua manusia akan kembali dibangkitkan, semua manusia dikumpulkan jadi satu. Amal ibadah kita ditimbang satu per-satu, perbuatan buruk kita ditimbang satu per-satu. Allah akan mengembalikan tubuh ini, baik tubuh yang taat ataupun yang bermaksiat. Kemudian, Dia akan memberikannya nikmat sebagaimana yang didapat oleh roh yang beriman, dan akan menimpakannya azab kepada roh yang bermaksiat.

Allah subhaanahu wa ta’aala menggambarkan orang-orang yang beriman taat kepada Syariat-Nya, tatkala nama Allah disebut, hati mereka bergetar dan bila dibacakan ayat-ayat-Nya atau semua hukum-hukum-Nya, iman mereka meningkat. Subhaanallah. "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabb-lah mereka bertawakal". (QS Al-Anfaal 2)



Kategori : Religi | 942 hits

<< Kembali ke Artikel



Jejak-jejak komentar visitor yang menyimak artikel ini (Total : 0 komentar)



* Silahkan berikan komentar anda seputar artikel yang kami sajikan di atas.

Nama Lengkap :

Kontak (No. HP atau Email) :

Komentar (max. 250 karakter) :



Masukkan Jumlah :